Beranda > Catatan > SOP Sang Pelupa

SOP Sang Pelupa


 

01225356[1] Banyak orang mengira, orang semacam saya tidak percaya SOP. Salah. Saya hanya tidak suka dengan jenis SOP yang hanya sekedar sok mengatur. Tidak jelas intensinya. Sebab bagi saya, SOP adalah cara untuk membuat segalanya bisa berjalan lebih mudah. Tidak repot-repot lagi berpikir untuk mengeksekusi tindakan rutin. Saya bahkan merancang berbagai SOP untuk keperluan pribadi saya sendiri. Karena saya adalah pelupa.

Selain merepotkan orang lain, menjadi pelupa juga jelas merepotkan diri sendiri. Oleh karena itulah SOP menjadi penting dalam membantu seorang pelupa melakukan tindakan rutin tanpa harus kerepotan mengingat setiap detail langkahnya. Juga penting bagi seorang pelupa untuk memastikan bahwa SOP-nya dirancang sesederhana mungkin. Jangan sampai kita terhambat dalam melakukan sesuatu hanya karena kesulitan mengingat prosedur operasionalnya.

Saya punya berbagai SOP untuk berbagai tindakan rutin. Misalnya: prosedur berangkat kerja, prosedur sampai kantor, prosedur sampai rumah, prosedur first thing in the morning, prosedur berangkat ronda, dan masih banyak lagi.

Ini contoh SOP untuk Berangkat Kerja:

1. Cek sepeda

  • Pastikan bahwa sepeda siap untuk digunakan. Standar minimum: cek ban depan belakang.
  • Bila OK, teruskan dengan langkah selanjutnya.
  • Bila ada masalah dengan sepeda, selesaikan.
  • Bila masalahnya terlalu complicated, lupakan sepeda, jalankan prosedur berangkat kantor pakai bis kota.

2. Cek persenjataan

  • Pastikan ponsel ada di kantung depan tas kerja,
  • dompet ada di saku belakang celana,
  • flasdisk ada di saku celana sebelah kiri,
  • rokok dan korek ada di saku celana sebelah kanan.

3. Pamitan sama istri dan budhe, untuk keselamatan dunia aherat.

4. Onthel safety first

  • Wheater at glance: bila cenderung gerimis pake jaket, bila panas menyengat pake pelindung lengan;
  • Pasang clipper di ujung pipa celana kanan,
  • kenakan helm’,
  • siapkan kacamata, jangan dipakai dulu,
  • pakai sepatu, akhirnya tas kerja

5. Social responsibility

  • Di gerbang ungak-inguk . Kalau ada tetangga, say hello. Kalau enggak, pakai kacamata.
  • Berangkat

Sangat penting untuk menjalani SOP ini secara akurat, tepat dan akurat, bila ingin terhindar dari berbagai eksiden dan insiden.

Fatal jadinya bila sampai kelupaan memasang penjepit pipa celana. Karena sepeda saya tidak bisa dilengkapi dengan pelindung rantai, ada risiko pipa celana tersangkut. Dan ini cukup untuk membuat saya terjungkal dengan memalukan.

Bisa menjadi berabe bila kelupaan pamit sama istri, atau bila berpamitan dalam urutan prosedur yang tidak tepat. Istri saya akan sangat gusar bila harus cium tangan sambil mengendus bau tengik sarung tangan. Apalagi kalau cipika-cipiki dengan helm terpasang.

Jangan sekali-kali say hello sama tetangga dengan sun glasses terpasang. Selain tidak sopan, juga bisa membuat anak tetangga ketakutan. Paling tidak, untuk menghindari terulangnya komentar anak tetangga seperti ini: “Mak é, ayahnya mbak tifa kok kayak kepik ya?”

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: