Beranda > Artikel, Catatan > ONAK SALAK

ONAK SALAK


 

salak Bagi orang tertentu, berurusan dengan salak bisa menjadi sebuah perkara rumit. Maklum, kata orang, enak salak dibalik onak. Mulai dari daun, batang sampai ke buah penuh dengan duri. Kalau kita tertusuk duri salak dan patahannya tertinggal di bagian tubuh kita, wah berabe. Diperlukan pembedahan untuk mengeluarkannya. Yah, walau sekedar minor surgery dengan bantuan alat berupa peniti. Kalau perlu steril, yah dibakar dulu saja.

Waktu saya masih kecil, kebun salak belum biasa dirawat dengan baik. Konon kebun salak terdekat di kampung adalah kebun salaknya Wak ‘Haji Salak’. Lorong-lorongnya gelap dan lembab. Kalau kita masuk ke dalamnya, rasanya seperti masuk ke dalam sebuah perangkap mimpi buruk. Atas-bawah, kiri-kanan, depan-belakang penuh dengan intaian bahaya. Lalai kaki melangkah, terinjak duri. Kaki dijaga, kepala terpagut. Kaki-kepala dijaga, tangan tersangkut. Susah pokoknya. Diperlukan keberanian luar biasa untuk mencuri salaknya Wak Haji. Syahdan menurut kabar kabur, jin penjaganya saja berduri.

Sekarang ini, kalau rindu buah salak tidak usah repot mencuri. Di kota Jogja ini, salak banyak dijual di berbagai tempat. Mulai dari trotoar sampai ke supermarket, salak tersedia dengan berbagai harga dan rasa. Persoalannya tinggal berhati-hatilah mengupas salak. Saya punya tips & tricks untuk mengupas salak.

Cara Elegan

Seperti mengupas pisang, dimulai dari memotong pucuk buah dengan kuku ibu jari. Dengan hati-hati pengupasan dilanjutkan ke arah bagian pangkal buah. Selesai penguasan kulit bagian luar, biji buah dibongkar. Satu demi satu kulit ari yang menyelimuti biji buah dibersihkan. Dengan cara, maaf, seperti membersihkan daki di kulit. Waktu memakan harap dilakukan dengan anggun, supaya gigi tidak terantuk bijinya.

Cara Safety First

Dengan dilambari lap makan, buah salak dipegang tangan kiri. Gunakan sebilah pisau untuk mengerat kulit secara melintang di bagian tengah buah. Masih dengan dilapisi lap makan, buka kulit dengan tekanan ke arah luar. Seperti membuka tutup botol minuman. Prosedur selanjutnya, sama dengan cara elegan.

Cara Standar

Dengan bantuan pisau atau hanya dengan kuku ibu jari, kulit luar dikerat searah sela-sela bilah biji buah. Lalu dengan dilapisi lap makan, atau tangan kosong kalau cukup pede, dengan agak disentak buah salak langsung dibongkar tanpa harus melepas kulit luarnya terlebih dahulu. Dengan mudah bilah daging buah dapat diangkat satu-demi satu untuk dibersihkan kulit arinya. Dan jangan lupa dimakan, jangan terus dibuang.

Cara Radikal

Cara ini relatif aman, cepat dan … sama sekali tidak anggun. Buah salak dipegang dengan tangan kanan, lalu… dibanting ke lantai. Lakukan dengan tega, tapi harap jangan sewot. Diperlukan latihan secukupnya agar hasilnya bagus. Cukup supaya buah terbelah tanpa terlepas dari kulitnya dan tidak bertebaran ke mana-mana. Yang perlu diperhatikan adalah: jaga jangan sampai kelihatan tetangga.

Harap jangan bilang-bilang, trick terakhir ini ibu saya sendiri yang ngajari.

Demikian, selamat mencoba.

06 Juni 2001 19:30:00
Kategori:Artikel, Catatan Tag:
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: